Wednesday, March 20, 2019

Mengenal Flutter, Framework Modern untuk Membuat Aplikasi Android dan IOS buatan Google

Flutter
Mengenal Flutter, Framework Terbaru untuk Membuat Aplikasi Mobile Pesaing ReactNative - Di era millenial pemrograman seperti saat ini dimana framework baru bermunculan setiap saat tentunya membuat kita semakin bingung dan bimbang, framework mana yang sangat cocok untuk kita pakai. Tujuan framework dibuat adalah untuk mempermudah programmer dalam mengembangkan aplikasi secara cepat dan efisien sehingga dapat menghemat waktu dalam pengembangan aplikasi baik aplikasi web, mobile, maupun desktop.

Rupanya banyaknya framework yang bertebaran di Internet malah membuat kita semakin bingung, karena tentunya setiap framework dipromosikan dengan slogan dan motto yang menggiurkan untuk menarik programmer atau pengembang aplikasi agar memilih dan tergantung pada framework tersebut. Untuk itu sebagai programmer sobat eduprog harus jeli dan bijak menyikapi situasi seperti saat ini.

Bagi para pemula, untuk memilih framework mungkin didasari 2 hal yaitu Popularitas Framework dan Pengembang Framework. Ya, dengan menimbang 2 hal tersebut paling enggak mereka cari aman, karena semakin populer framework semakin besar pula peluang pekerjaan dari framework tersebut, dan nama besar / perusahaan yang mengembangkan framework bisa menjadi jaminan bahwa framework tersebut akan terus dikembangkan secara kontinu tentunya karena ketersediaan sumber daya baik secara skill maupun finansial.

Sebut saja ReactNative framework ini sukses merebut hari pada pengembang aplikasi mobile karena dibalik ReactNative ada nama Facebook yang mana bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pada pegembang aplikasi mobile. Belum lagi konsep yang ditawarkan yaitu membuat aplikasi native (setara native) multi pltaform (Android dan IOS) dengan bahasa Javascript dan konsep React. Sungguh sebuah lompatan besar dalam model pengembangan aplikasi mobile yang diprakarsai oleh Facebook.

Padalah kalau dipikir-pikir, konsep ReactNative ini sendiri tidak jauh berbeda dengan pendahulunya yaitu Cordova dimana kedua-nya sama-sama menggunakan kode Javascript untuk merender tampilan (UI) dimana cordova memanfaatkan engine browser (webview) sedangkan ReactNative mengembed Javascript Engine yang bekerja pada thread terpisah lalu menerjemahkan kode React ke tampilan native mobile.

Sobat eduprog, kali ini saya akan membahas framework sejenis ReactNative (facebook) dan Xamarin (Microsoft) buatan google yang sangat luar biasa dengan fitur-fitur yang powerfull yang siap bersaing dengan ReactNative atau Xamarin.

Apa itu Flutter?

Flutter adalah framework untuk mengembangkan aplikasi mobile yang dapat dikompile menjadi aplikasi native (setara native) di Android dan IOS dengan basis kode tunggal. Artinya sobat cukup menulis satu basis kode saja, lalu sobat bisa mengkompile menjadi aplikasi Android atau IOS (dengan sedikit penyesuaian).

Bahasa Pemrograman Flutter?

Lalu apa bahasa yang kita guakan untuk mengembangkan aplikasi mobile dengan framework flutter? Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa Dart. Dart sendiri adalah bahasa pemrograman dengan konsep modern yang juga dikembangkan oleh google sejak tahun 2011. Dart mengusung fitur-fitur powerfull yang sangat memanjakan programmer sehingga memudahkan programmer dalam menulis kode dengan Dart. Dart sendiri sudah mencapai versi stabil saat ini, sehingga aman untuk digunakan. Kalau saya pribadi, Dart ini adalah bahasa pemrograman modern dengan fitur-fitur unggulan yang beriorientasi pada pemrograman bebas terstruktur, sehingga sangat nyaman untuk digunakan.

Kelebihan Flutter?

Flutter memiliki banyak keunggulan dibandingkan produk sejenisnya, karena Flutter dirancang untuk menghasilkan tampilan aplikasi (setara) native dengan konsep modern yang menggabungkan kecantikan tampilan dan kecepatan eksekusi rendering. Jika dirangkum, berikut adalah keunggulan-keunggulan yang bisa menjadi alasan untuk memilih Flutter sebagai framework UI dalam pembuatan aplikasi mobile.

1. Pengembangan Lebih Cepat

Flutter memiliki fitur hot restart dan hot reload yang sangat membantu programmer dalam pengembangan aplikasi mobile dengan flutter, terutama fitur hot reload pada flutter yang memiliki kecepatan tinggi dalam menginterprestasikan perubahan kode kedalam sebuah tampilan sehingga sobat tidak perlu menjalankan ulang dari awal (mengkompile) aplikasi yang sedang sobat kembangkan untuk melihat perubahan tampilan yang berhubungan dengan perubahan kode sobat.
Selain itu flutter dibuat multiplatform, sehingga secara umum sobat cukup  menulis satu basis kode untuk membuat aplikasi IOS dan Android dengan performa (setara) native.

2. Interface yang Ekspresif dan Fleksibel

Flutter dibuat dengan dibekali widget-widget dengan desain tampilan yang sangat fleksible dan ekspresif sehingga memungkinkan sobat membuat aplikasi yang sangat cantik dengan mudah karena banyak tersedia widget-widget siap pakai dan class-class pendukung animasi. Selain itu, fleksibel artinya, sobat bisa mengkostumisasi aplikasi yang sobat buat dengan widget yang tersedia sesuka imaginasi sobat tentu saja.

3. Native Performance

Flutter dibekali dengan struktur engine dengan kecepatan rendering luar bisa, sehingga performa tampilan aplikasi yang dibuat dengan flutter sama (setara) dengan aplikasi native. Flutter menulis engine renderingnya sendiri dengan 4 fase pada level paling rendah yaitu ditulis dengan bahasa C dan C++ dan dikompile dengan NDK pada Android dan LLVM pada IOS. Jadi sobat tidak perlu meragukan lagi kecepatan yang akan dihasilkan dengan sistem rendering seperti ini.

4. Dibuat oleh Google

Jika sobat khawatir siapa dibalik layar flutter ini, maka sobat tidak perlu khawatir karena flutter dan dart dikembangkan oleh perusahaan raksasa internet yaitu Google dan didukung oleh komunitas. Untuk itu, pastinya Google tidak main-main karena pada segmen framework interface untuk pengembangan aplikasi mobile flutter adalah senjata utama google untuk bersaing dengan ReactNative dan Xamarin.

Nah sobat eduprog demikian perkenalan singkat dengan flutter, apakah sobat tertarik untuk belajar flutter? Sebagai kesimpulan penutup, jangan pernah ragu untuk menentukan pilihan sobat terhadap sebuah framework karena kebimbangan akan membuat sobat bingung sendiri.Baiklah sobat eduprog, sampai jumpa di artikel dan tutorial selanjutnya..


Share This
Previous Post
First

Halo, Saya A.M Hirin seorang Penulis Buku IT, International Freelance Programmer, dan Senior Developer di Perusahaan Konsultan IT. Saya penggila kode dan sudah berkutat selama 15 tahun di dunia pemrograman. Anda membutuhkan bantuan terkait skill dan keahlian saya? Kontak saya melalui email : nump.info@gmail.com

0 komentar: